Perhitungan Simulasi Kredit Rumah KPR

KRP Rumah / Apr 09, 2018

Perhitungan Simulasi Kredit Rumah KPR

Ingin memiliki rumah di zaman sekarang, mungkin untuk sebagian orang adalah hal yang menakutkan karena ekonomi di zaman sekarang sedang sulit. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat menjadi solusi bagi yang ingin memiliki rumah idaman. Mengingat harga yang semakin terus naik, dan makin banyak juga orang yang ingin memiliki rumah. Dengan bantuan KPR tak perlu waktu lama untuk bisa membeli dan memiliki rumah.

Langkah awal sebelum memutuskan KPR yang akan diambil adalah melakukan perhitungan simulasi kredit rumah. Dengan melakukan perhitungan simulasi kredit rumah kita dapat memperkirakan jumlah yang akan dibayarkan nantinya. Namun kita tak bisa sembarangan mengambil KPR. Alasan pertama, program KPR satu bank dengan bank lainnya berbeda. Kemudian, KPR berhubungan dengan keuangan para calon kreditur sehingga mesti dipertimbangkan baik-baik dan melakukan perhitungan simulasi kredit rumah dengan seksama sebelum mengambil KPR.

Alasan kedua adalah pengambilan KPR membutuhkan usaha ekstra dengan mempertimbangkan dari segi jangka panjang. Banyak poin yang harus dipertimbangkan apalagi untuk sebagian orang yang sudah berkeluarga. Pada saat memutuskan untuk mengambil Program KPR pun harus tetap melakukan perhitungan simulasi kredit rumah dan menyiapkan dana lebih diluar biaya dari nilai rumah yang akan diambil tersebut.

 

 

Perhitungan Simulasi Kredit Rumah KPR

 

Perhitungan Simulasi Kredit Rumah KPR dngan benar

 

Biaya Tanda Jadi, adalah biaya yang dikeluarkan sebagai Tanda Jadi untuk setiap rumah yang akan dibeli dari si penjual maupun developer. Biaya yang dijadikan sebagai pengikat atau tanda memesan unit rumah tersebut.


Biaya Notaris, biaya ini dikeluarkan untuk membuat balik nama sertifikat dan dokumen lain yang berkaitan dengan rumah serta pajak pembeli yang akan menjadi tanggungan pihak pembeli.

Untuk saat ini bagi pihak pembeli rumah bekas akan dikenakan pajak sebesar 5% dan pihak penjual akan dikenakan pajak sebesar 2.5%

 


Apa saja yang mesti diketahui ?

  • Pelajari persyaratan pengajuan KPR dari beberapa bank sehingga lebih mudah melengkapi dokumen.
  • Akan ada proses penilaian (appraisal) terhadap rumah yang hendak dibeli.
  • Kalkulasi penawaran bank (suku bunga, biaya akad kredit, asuransi dan lain sebagainya)
    Akad Kredit

 

 

1. Perhatikan tawaran suku bunga

Di awal biasanya bank menawarkan bunga yang cukup bersaing dan memang kecil sehingga kita merasa tertarik misalkan saja dibawah 8%  / tahun. Tetapi bunga suku bunga tersebut bersifat flat misalkan hanya 5 tahun saja, dan sesudahnya bunga akan menyesuaikan bunga pasar. Begitu BI menetapkan BI Rate tinggi otomatis suku bunga KPR pun akan naik. Sayangnya, begitu BI menurunkan BI Rate, bank tidak akan menurunkan suku bunga kredit. Inilah risiko meminjam dana KPR bank karena terikat dengan peraturan bank.

 

2. Syarat ketentuan

Pelajari syarat dan ketentuan yang diberikan pihak bank, sebagian bank akan berbeda syarat dan ketentuannya. Pasalnya, inilah hukum yang berlaku jika akan mengambil Program KPR dari bank tersebut. Misalkan saja akan ada pinalti jika melunasi sebagian atau seluruh utang sebelum masa. kredit berakhir. Maka itu, jika sejak awal berencana melunasi sebagian utang maka carilah bank yang menerapkan biaya pinalti yang kecil.

 

3. Cek dengan detail rincian biaya Program KPR bank

Jangan abaikan tiap rincian biaya yang diberikan begitu KPR disetujui. Misalnya saja biaya provisi, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biaya balik nama sertifikat, dan lain sebagainya.

Dan akan ada notaris yang ditunjuk oleh bank untuk mengurus semua persyaratan. Soal tarif notaris ini bisa dinegosiasi kan, tak ada salahnya jika dilakukan tawar menawar demi mendapatkan tarif yang lebih murah. Tarif notaris ini meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lainnya.

 

Jika semua sudah disetujui pihak pembeli dan bank, hal yang ditunggu adalah penandatangan akad kredit sebagai puncaknya. Biasanya seminggu sebelumnya dilakukan pemberitahuan rencana penandatangan akad kredit. Pihak yang akan hadir antara lain pihak pembeli, wakil dari pihak bank, pihak penjual rumah/developer dan notaris. Semua pihak tidak bisa diwakilkan karena wajib menunjukan identitas asli ke hadapan notaris dan akan melakukan tanda tangan.

Setelah semua lancar dan dokumen akad kredit ditandatangani, maka bank akan mentransfer dana ke pihak penjual (pemilik rumah lama/developer). Notaris juga akan langsung memproses balik nama sertifikat tanah, AJB ke pemilik rumah baru.

Nah setelah membaca artikel ini, kiranya para calon kreditur bisa menjadi pembeli rumah yang bijak dengan selalu melakukan perhitungan simulasi kredit rumah dikarenakan Program KPR ini bersifat jangka panjang. Jadikan keinginanmu untuk memiliki rumah idaman dapat terwujud secara tepat dengan memilih Program KPR dengan bijak dan cermat.

Bagi kalian yang masih belum paham dengan perhitungan simulasi kredit rumah untuk pengambilan KPR dapat menghubungi Informasi Properti Agen melalui www.informasipropertiagen.com dan marketing officer Informasi Properti Agen akan segera membantu perhitungan simulasi kredit rumah idamanmu.